Prodi S1 FISIKA UMLA Membangun Masyarakat yang Inovatif, Solutif dan Peduli Kesehatan di Desa Wajik

Program Studi S1 Fisika Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Lamongan kembali mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema “Membangun Masyarakat yang Inovatif, Solutif dan Peduli Kesehatan”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran tujuan masyarakat desa Wajik, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Pada kesempatan kali ini, program studi S1 Fisika menghadirkan Uswatun Chasanah, M.Si, dan Muktamar Cholifah Aisiyah, M.Si sebagai pembicara.  Materi yang disampaikan tersebut berjudul   Pemberdayaan Perilaku Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Tangga Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Wajik Kecamatan Lamongan. Kegiatan ini dimoderatori oleh Masria Musfiana, mahasiswa program studi S1 Fisika angkatan tahun 2020.

Kegiatan pengabmas yang dilaksanakan di Desa Wajik Kecamatan Lamongan mendapatkan sambutan dan respon yang positif dari pemerintah desa serta masyarakat desa terkhusus ibu rumah tangga. Sasaran utama dari kegiatan pengabmas ini adalah ibu rumah tangga dan kepala rumah tangga yang tergabung dalam rukun warga dan rukun tetangga di Desa Wajik yang berjumlah 20 orang. Penyuluhan dan diskusi interaktif dilaksanakan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah peserta penyuluhan.

Tahap pelaksanaan dilaksanakan dengan cara melakukan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat Desa Wajik mengenai perilaku pengelolaan limbah infeksius di lingkungan rumah tangga. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dalam bentuk memberikan materi, memutar video edukasi, dan mendemokan dihadapan peserta penyuluhan secara langsung mengenai pengelolaan limbah infeksius masker medis.  Pemberian materi dilaksanakan di balai pertemuan Desa Wajik dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah peserta penyuluhan. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada peserta penyuluhan. Evaluasi ini dilakukan terhadap respon masyarakat Desa Wajik terkait materi penyuluhan yang telah disampaikan.

Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdapat sebanyak 60% peserta memiliki pemahaman membuang limbah infeksius sembarangan, 25% memiliki pemahaman membuah limbah infeksius ditempat terpisah, 10% memiliki pemahaman mendisinfeksi dan dibuang di tempat sampah, 5% memiliki pemahaman mendisinfeksi dan merubah bentuk dan membungkus platik limbah infeksius tersebut. Dengan adanya kegiatan pengabmas ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan solusi dalam penanganan limbah infeksius sehingga tidak membahayakan bagi masyarakat maupun petugas kebersihan dalam pengelolaan limbah tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *